Showing posts with label Internet. Show all posts
Showing posts with label Internet. Show all posts

Tuesday, December 29, 2015

Ini Penyebab Situs Pemerintah Mudah Dibobol

Menjelang pergantian tahun publik Tanah Air dikejutkan oleh peretasan situs milik Sekretariat Kabinet dan Lembaga Ketahanan Nasional. Dua lembaga pemerintah yang bisa dibilang tidak main-main. Para peretas seolah ingin menunjukkan bagaimana mudahnya menembus fasilitas pemerintah pusat di dunia maya. Bahkan sebelumnya situs revolusimental.go.id cukup lama tak bisa diakses pasca serangan peretas.  Adopsi Lembaga Negara terhadap teknologi utamanya dengan internet adalah tuntutan jaman. Pemerintah wajib membuka informasi seluas-luasnya pada masyarakat, seperti amanah Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik, dan saat ini lewat internetlah pemerintah bisa menjangkau masyarakat secara lebih luas dan murah. Namun juga ada risiko yang harus dihadapi, yaitu peretasan.

Selama 2015, Karspersky Lab mencatat lembaga pemerintah dan perbankan adalah sasaran utama para peretas. Bila situs perbankan diretas karena faktor materi, situs pemerintah diretas bisa karena berbagai faktor pendorong, yang paling utama adalah faktor politik dan mencari popularitas.  Anonymous misalnya, kelompok peretas ini begitu tersohor karena terlibat dalam peretasan berbau politik. Juga Julian Assange dengan Wikileaks-nya, yang membocorkan banyak kabel diplomatik Amerika Serikat dan sekutunya.  Dengan kondisi situasi seperti saat ini, sudah semestinya pemerintah memberikan perhatian lebih kepada penataan infrastruktur cyber dan keamanannya. Bila tidak, suatu saat akan menjadi sasaran empuk peretas luar maupun dalam negeri dengan berbagai alasan. Lalu sebenarnya apa saja yang menyebabkan situs milik pemerintah cukup mudah ditembus oleh para peretas, berikut beberapa di antaranya.

1.     Belum Memakai Secure Hosting
Pemilihan hosting provider yang kurang selektif, dapat menyebabkan sistem web menjadi sangat rentan di-deface. Jauh lebih bagus jika sistem web dihosting di infrastruktur mandiri, dalam hal ini milik pemerintah, dengan penambahan perimeter-perimeter security yang kuat. Dalam kasus peretasan situs milik pemerintah yang telah terjadi diketahui menggunakan share hosting.  Padahal shared hosting adalah tempat favorit bagi para peretas untuk melatih kemampuan. Sekuat apapun sistem web, akan tetapi jika berada di share hosting, maka peretas tidak akan langsung menyerang situs tersebut. Dengan shared hosting seorang peretas akan bisa mencari kelemahan tidak langsung terhadap sistem target, tetapi ke sistem lain yang lemah yang berada dalam satu hosting tersebut.

2.      Belum Menggunakan Secure Coding
OpenSource CMS seperti wordpress, joomla, drupal, memang sangat memudahkan untuk mengembangkan web. Tetapi CMS tersebut juga mempunyai banyak lubang keamanan yang sangat mudah ditembus oleh peretas. Dalam kasus revolusimental.go.id dan setkab.go.id, hal ini diperparah dengan masih defaultnya link login untuk admin, masih dapat diakses dari internet beberapa konfigurasi dan tanpa ada filter sama sekali.  Hal ini terlihat dengan sangat mudahnya membuka halaman admin. Akan jauh lebih aman jika sistem web dibangun secara mandiri dengan memperhatikan aspek secure coding.

3.      Jarang Melakukan Penetration Test
Selayaknya sebuah kendaraan bermotor yang secara berkala masuk ke bengkel, sebuah situs milik pemerintah sudah selayaknya mendapatkan penetration test. Ini adalah langkah untuk mendapatkan lubang keamanan yang ada di dalam sistem. Beberapa raksasa teknologi seperti Google, Yahoo dan Facebook berani memberikan reward yang sangat besar untuk para peretas yang berhasil menemukan lubang keamanan di sistem mereka.

4.      Poor Patch Management
Setiap instansi pemerintah yang memiliki infrastruktur IT wajib melakukan patch management. Itu adalah proses perbaikan atau menutup celah keamanan yang ditemukan dalam sistem, jelas tujuannya untuk menjaga keamanan jaringan. Namun sebagian besar instansi pemerintah kurang mengindahkan hal ini. Inilah yang disebut sebagai poor patch management.  Para peretas ini mengincar hal-hal yang dianggap remeh oleh banyak orang, seperti mengupdate security browser, database dan aplikasi penunjang lainnya. Lewat celah keamanan ini para peretas bisa menaruh exploit, malware, mencuri informasi, merusak sistem mapun merusak reputasi instansi pemerintah lewat infrastruktur IT yang ada. Minimal ada usaha menambahkan SSL certificate (Secured Socket Layer) untuk mengamankan transmisi data melalui situs web. Transmisi data seperti nama pengguna dan password account, serta informasi penting yang harus diamankan.

5.     Kesadaran SDM Masih Kurang.
Keamanan situs maupun jaringan IT instansi pemerintah sebenarnya bukan hanya tanggungjawab admin semata. Para pengambil kebijakan di tataran atas juga bertanggung jawab sejak pembangunan situs dan jaringan IT. Pemilihan developer misalnya, bila pengambil kebijakan tak paham benar mana yang aman, bisa jadi developer dengan tawaran situs bertemplate wordpress mislanya, akan menang. Akibatnya jelas, dengan template modifikasi Wordpress yang umum, celah keamanan lebih banyak dan terbuka. Bahkan di forum-forum internet peretas pemula di bagikan celah keamanan untuk banyak template, sehingga itu menjadi sasaran latihan melakukan deface sebuah situs. Manusia sebagai pihak yang menjalankan sistem adalah kunci sejak proses perencanaannya. Oleh karena itu perlu dibangun sebuah usaha untuk meningkatkan kesadaran keamanan cyber untuk seluruh pegawai pemerintahan. Hal ini bisa menekan risiko terjadinya serangan pada situs pemerintah, dan meningkatkan keamanan jaringan IT yang ada di lembaga pemerintah.

*Penulis, Pratama Persadha adalah pegiat keamanan cyber dan kriptografi. Kini aktif sebagai Chairman CISSReC (Communication and Information System Security Research Center), lembaga riset non-profit di bidang keamanan cyber dan komunikasi.

Tuesday, August 19, 2014

Memblok Situs Internet Dengan Cara Mudah

Adakalanya anda dituntut harus memblok suatu situs yang terdapat di
Internet karena satu dan lain hal. Misalnya anda sebagai orang tua merasa risau melihat anak anda membuka situs-situs yang tidak pantas untuknya.

Memblok situs yang terdapat di Internet dapat dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang melakukannya pada perangkat Router. Ada juga yang menggunakan software tertentu. Namun kali ini akan disajikan cara memblok situs tertentu tanpa menggunakan software khusus.

Hal tersebut dapat dilakukan dengan mengedit file hosts yang terdapat pada C:\WINDOWS\system32\drivers\etc.

Berikut ini cara memblok situs Internet (website) pada komputer/laptop.
  • Buka file tersebut menggunakan Notepad, lalu tambahkan  IP Address loopback, yaitu IP Address yang diawali dengan 127 (127.x.x.x) dan alamat web site yang akan diblokir. Misalnya ketikkan 127.0.0.1 www.facebook.com. Pada baris berikutnya ketikkan  127.0.0.1 www.google.com. Jadi sesuaikan dengan kebutuhan anda. Untuk lebih jelasnya lihat gambar diatas.
  • Selanjutnya simpan file tersebut (Save).
  • Jika pada saat itu browser anda sedang aktif/terbuka, tutuplah  browser tersebut terlebih dahulu, kemudian aktifkan/buka kembali
  • Sekarang cobalah mengakses situs yang telah anda blokir dan lihat hasilnya.
Demikian cara memblokir situs Internet pada komputer anda dengan cara yang sangat mudah. Jika cara diatas menurut anda kurang efektif atau terlalu merepotkan, tentu anda dapat menggunakan cara lain yang dapat dengan mudah anda peroleh informasinya di Internet.

Wednesday, September 25, 2013

Pengantar Internet

Internet
Internet (singkatan dari interconnection-networking) adalah seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar sistem global Transmission Control Protocol/Internet Protocol Suite (TCP/IP) sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia. Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat di tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon.

Macam-macam Layanan di Intenet antara lain:
Email
Email singkatan dari Electronic Mail. Email memungkinkan pengguna internet untuk dapat mengirimkan surat secara elektronik. Dengan menggunakan email pengguna juga dapat menyertakan file (attachment) pada surat elektronik yang dikirimkan. Beberapa penyedia email (baik gratis maupun berbayar) antara lain adalah Yahoo, Google dan Hotmail.
Agar seseorang dapat menggunakan email, maka calon pengguna harus melakukan proses pendaftaran (sign up) pada situs penyedia email seperti www.yahoo.com, www.yahoo.co.id maupun www.google.com atau www.google.co.id

WWW (World Wide Web)

WWW atau biasa disebut web adalah layanan yang terdapat di Internet yang memungkinkan pengguna internet untuk mendapatkan beragam informasi yang dibutuhkan seperti informasi mengenai politik, kesehatan, sport , keuangan dan lain sebagainya. Layanan ini adalah layanan yang paling dikenal oleh banyak orang dan paling cepat perkembangan teknologinya. Layanan ini menggunakan pranala yang disebut hyperlink untuk merujuk pada halaman tertentu pada web server. Halaman web bisa berisi suara, gambar, animasi, teks atau program perangkat lunak yang dapat menjadikannya dokumen yang dinamis.

Saturday, February 9, 2013

10 Tips Aman Berinternet Bagi Para Newbie

Menggunakan internet memang mudah. Siapa pun bisa. Namun sayang, banyak dari mereka yang baru terjun mencicipi internet, tidak memperhatikan urusan keamanan saat menjejak dunia maya.

Para newbie ini biasanya yang menjadi sasaran empuk para penjahat cyber. Sebab kepolosan mereka sangat mudah untuk dikadali.

Untuk itu, peran orang dewasa khususnya orang tua sangat penting untuk mendidik anak-anak mereka dalam tata krama online.

Seperti mengingatkan anak-anak untuk menghindari berbicara dengan orang asing atau menerima pertemanan dari orang yang mereka tidak kenal, serta untuk membatasi waktu sang buah hati online.

Berikut tips bagi para orang tua untuk memastikan anak-anak atau mereka yang baru saja berkenalan dengan internet tetap terlindungi saat online:
  1. Jangan memberikan informasi pribadi Anda -- Jangan menampilkan rincian data pribadi seperti alamat rumah, nomor telepon atau alamat online orang tua sehingga para penjahat dunia maya dapat menggunakan informasi tersebut untuk membuat profil palsu dari rincian tersebut.
  2. Apa yang tetap online, biarkanlah online -- Gunakan privacy settings untuk memastikan hanya teman dan keluarga Anda yang dapat melihat foto yang ditampilkan. Hindari menampilkan rencana liburan supaya orang tidak dikenal melacak gerakan Anda.
  3. Periksa keamanan dan pengaturan pribadi Anda -- Pastikan privacy settings pada jejaring sosial Anda terjamin sehingga hanya teman-teman Anda yang dapat melihat informasi pribadi Anda dan gunakan privacy settings Anda untuk membatasi siapa yang dapat melihat tampilan video dan foto dari Anda.
  4. Keamanan password -- Berbagi password dengan orang tua Anda adalah ide yang masuk akal, akan tetapi hindari berbagi password dengan teman-teman Anda, bahkan jika mereka berjanji tidak memberitahu siapa pun! Juga saat Anda membuat password, pastikan bukan sesuatu yang mudah ditebak seperti nama hewan peliharaan Anda. Gunakan kombinasi huruf, angka, karakter besar dan kecil.
  5. Selalu lindungi perangkat bergerak Anda -- Pastikan ponsel Anda dilindungi oleh password sehingga semua informasi pribadi Anda yang tersimpan di dalamnya aman. Download aplikasi keamanan yang memungkinkan Anda untuk menghapus semua data pribadi dari jauh, atau saat ponsel Anda hilang atau dicuri.