Pertanyaan ini gampang-gampang susah karena definisi berbahaya itu yang
relatif. Sebagai gambaran, virus yang biasa-biasa saja dan hanya
mengakibatkan komputer restart mungkin akan menyebabkan kejengkelan bagi
korbannya di komputer rumahan.
Tetapi jika hal ini terjadi pada
instalasi komputer yang vital seperti rumah sakit atau layanan publik
akan berdampak lebih fatal.
Kalau definisi bahaya adalah
menghancurkan data, malware seperti Kespo dan Mywife dapat dikategorikan
sebagai malware paling berbahaya karena menghancurkan data dan sangat
sulit untuk di recover.
Tetapi dalam kasus lain, jika yang
menjadi ukuran bahaya adalah malwara yang menyedot habis bandwidth maka
Codered menjadi juara. Kalau dalam kasus menginjeksi file dan
melumpuhkan sistem dan bandel maka malware seperti Virut, Sality dan
Ramnit dapat dikatakan menjadi juaranya.
Ini pertanyaan yang menarik karena selama ini umumnya kebanyakan orang
menggunakan istilah virus jika komputer terjangkiti kode jahat (malware).
Secara definitif jika kita membicarakan kode jahat istilah yang
digunakan adalah malware (malicious software / software jahat / kode
jahat). Karena malware adalah kode jahat, maka ia mencakup beberapa hal yaitu: worm, trojan,
virus, spyware / adware, rootkit, bots, exploit, backdoor dan lainnya.
Berikut ini penjelasannya:
Malware
Malicious Software adalah software yang diciptakan untuk tujuan jahat.
Pada dasarnya malware adalah software / program komputer, yang
membedakan malware dengan software adalah tujuan dan aksinya yang
merugikan komputer korbannya seperti mengubah (menghapus, mencuri atau
menyembunyikan) data, mengkonsumsi bandwidth atau sumber daya lain tanpa
seizin pemilik komputer atau aksi lain yang merugikan.
Virus
Malware yang untuk menginfeksi komputer membutuhkan bantuan / intervensi pihak ke tiga (biasanya sih manusia)
untuk menjalankan dirinya dan tidak bisa berjalan secara otomatis
menginfeksi komputer. Supaya manusia mau menjalankan dirinya, virus
memalsukan dirinya